Rabu, 03 Februari 2016

Planet Aneh Yang Di Temukan NASA

Pojok Angkasa - Yakinkah Anda bahwa Bumi adalah satu - satunya planet yang layak dihuni makhluk hidup? Usaha manusia dalam mencari planet lain yang mampu menunjang kehidupan terus dilakukan diseluruh penjuru dunia oleh berbagai organisasi. Terkadang dalam pencarian planet tersebut justru menghasilkan temuan planet yang unik. Berikut ini beberapa planet yang ditemukan NASA dengan berbagai keunikannya masing - masing.

1. Sang Kuda Api 

 

Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.

2. Epsilon Eridani b

 

Keberadaan Planet Ini Sudah Diduga Canadian Team led oleh Bruce Campbell dan Gordon Walker pada awal tahun 1990, tetapi pengamatan yang mereka lakukan tidak cukup untuk mendefinisikan penemuan yang sebenarnya. Penemuan yang resmi diumumkan pada tanggal 7 Agustus 2000 oleh team led, Artie Hatzes. Berdasarkan penemuan itu diketahui massa planet tersebut adalah 1.2 ± 0.33 kali massa Jupiter, dengan jarak dari bintang 3,4 SA. Para pengamat, termasuk Geoffrey Marcy, menyarankan informasi lebih banyak mengenai efek goyangan bintang doppler yang terbentuk dengan ukurannya yang besar dan medan magnet yang bervariasi dibutuhkan untuk mengkonfirmasi planet.
Pada tahun 2006, Teleskop Luar Angkasa Hubble membuat pengukuran Astrometrik dan menkonfirmasi keberadaan planet. Pengamatan tersebut mengindikasi bahwa planet tersebut memiliki massa 1,5 kali massa Jupiter dan membagi menjadi beberapa bidang yang sama di luar suatu piringan yang mengandung debu yang diamati disekitar bintang. Orbit yang berasal dari pengukuran adalah eksentrik: baik 0.25 maupun 0.7.
Sementara itu Teleskop Luar Angkasa Spitzer mendeteksi Sabuk Asteroid yang jaraknya kira - kira 3 SA dari bintang. Pada tahun 2009 Tim Brogi mengklaim bahwa pengusulan eksentrisitas planet dan sabuk ini tidak konsisten. Planet melewati sabuk asteroid dan jelas cepat mengikis materialnya.
Planet dan orbit dalamnya akan aman apabila apabila garis orbitnya bermigrasi ke luar Sabuk Komet (jika diketahui).

3. Planet SWEEPS-10 (Si Gesit)

 Planet yang berjarak hanya 1.184.000 km dari bintangnya, alias hanya tiga kali jarak Bumi-Bulan. Dengan demikian, planet ini menjadi planet dengan periode revolusi tercepat, hanya 10 jam!

4. Gliese 581 C

 

Gliese 581 C adalah exoplanet yang saat ini banyak menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Pasalnya, planet terkecil di luar sistem tata surya ini berada di "zona aman". Artinya, planet ini terletak tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan bintangnya, sama seperti posisi bumi kita dengan matahari. Penemuan ini menaikkan probabilitas terdapat air atau bahkan kehidupan di sana. Planet ini 50 persen lebih besar dan lima kali lebih masif dari bumi.
Mungkinkah ada kehidupan lain di luar sana? Para ilmuwan mengatakan dapat lebih menguak hal tersebut pada tahun 2013, saat pengerjaan teleskop berteknologi tinggi bernama James Webb Space Telescope (JWST).






  5. Kepler 452B 


Dari data yang dirilis NASA, Kepler 452B memiliki ukuran 1,5 kali dari Bumi. Permukaan planet itu terpantau berbatu dan terlihat tidak mengandung air sebanyak Bumi kita.
Perlu diketahui, luas permukaan Bumi sekitar 500 juta kilometer persegi lebih. Jika benar Kepler 452B lebih besar dari Bumi, maka bukan tidak mustahil planet itu bisa menjadi rumah yang bisa menampung anak cucu manusia.

Kepler 452B ternyata mengelilingi bintangnya (seperti Bumi mengelilingi matahari) melewati lintasan (orbit) yang seukuran dengan orbit Bumi. Dengan demikian, diprediksi bila waktu di Bumi dan Kepler 452B tidak jauh berbeda, sekitar 20 hari lebih lama.
Selain itu, NASA juga mengatakan bila tata surya tempat Kepler 452B berada tidak jauh berbeda dengan tata surya kita. Hal itu bisa membuat manusia benar-benar serasa 'di rumah'.
"Kepler 452B adalah planet yang sudah ditemukan yang paling bisa kita sebut 'rumah'," ujar NASA.

NASA boleh saja yakin Kepler 452B bisa dihuni oleh manusia, namun pada kenyataanya hal itu hampir mustahil untuk dilakukan. Penyebab utamanya adalah jarak Kepler 452B yang sangat jauh dari Bumi, sekitar 1400 tahun cahaya!
Jika dibandingkan dengan jarak Bumi dengan Mars yang hanya 225 juta kilometer dan bisa di tempuh dengan waktu 3 tahun
namun jarak Kepler 452B dengan Bumi bisa mencapai 60 juta kalinya!
Dengan teknologi yang ada saat ini, NASA bahkan memprediksi manusia membutuhkan waktu setidaknya satu generasi untuk mengembangkan teknologi yang bisa mendukung perjalanan dari Bumi ke Kepler 452B. Sungguh sebuah misi yang terdengar mustahil bukan
 

 

1 komentar: